Kosa Kata yang Pas Untuk Menggambarkan Suara Dalam Cerita.

Mendeskripsikan Suara yang Imajinatif Agar Pembaca Semakin Terlena.

 “Tatkala aku bangun lagi, kulihat kota jadi begitu sepi. Entah apa yang terjadi, padahal hari ternyata masih siang. Pelan-pelan aku bangkit dan melangkah ke jalanan. Sunyi. Seperti tak sebuah suara pun terdengar. Tak sebuah kendaraan pun lewat melintas di jalanan itu. Lengang sekali seperti sebuah kota mati. Gedung-gedung bertingkat, jembatan-jembatan layang yang banyak melintasi kota dan pucuk-pucuk menara di kejauhan jadi bisu. Seperti tak sebuah makhluk pun bergerak. Angin juga seperti berhenti. Hanya beberapa kawanan burung merpati tampak berputar-putar di langit, membuat lingkaran-lingkaran di udara tanpa suara.”

(Kutipan cerpen Mohammad Fudoli Zaini berjudul Batu-Batu Setan.)

Apa kabar Geekers? Jika kita membaca sekilas kutipan cerpen Mohammad Fudoli Zaini di atas, penulis beberapa kali menggunakan kata-kata yang sangat pas dalam mendeskripsikan suara. Ia sengaja melukiskan sebuah kondisi kota yang tampak sunyi dengan permainan kata-kata yang sanggup mewakili keadaan di sekitar menggunakan indera pendengaran. Sebagai pembaca, kita pun menjadi terhanyut dengan suasana yang berhasil digambarkan melalui penekanan panca indera, yaitu telinga.

Seberapa pentingkah mendeskripsikan suara ke dalam tulisan? Nah sebagai penulis, tantangan terbesar kita adalah mencari kata-kata yang sanggup menggugah panca indera pembaca.  Jika sebelumnya kita sudah belajar tentang Kosa-Kata Untuk Menggambarkan Mimik Wajah Tokoh Dalam Cerita , kali ini kita akan mencoba menelusuri Kamus Besar Bahasa Indonesia untuk menemukan kata-kata yang pas dalam menggambarkan kondisi suara yang terjadi di sekitar.

tips menulis 2
Johnson and Pearson (1987) pernah menuliskan bahwa a basic function of language is efficient, effective unless the words meanings used to transmit information hold similar values in the minds of both the author and the reader. Yang artinya: Proses pemahaman pembaca terhadap bacaan yang dibaca ditandai oleh kemampuan pembaca dalam mengidentifikasi kosa kata yang dipilih oleh penulis, pembaca mengenali hubungan antara kosa kata yang tertera di dalam teks,  dan  pembaca menghubungkan kosa kata yang tertera dalam teks dalam suatu kombinasi kosa kata yang unik yang digunakan oleh penulis.

Dari sini kita semakin memahami bahwa fungsi kosa kata dalam sebuah karangan sangatlah besar dan dapat mempengaruhi taste pembaca. Bahkan menurut para ahli bahasa, faktor utama yang mempengaruhi keberhasilan penulis adalah pemilihan kosa kata yang unik. Johnson dan Pearson (1987)  selanjutnya mengatakan the words become a summary symbol for all those concepts, a set of abbreviations that allow us to communicate a lot of meaning in a brief amount of space and time. Kata-kata menjadi simbol ringkasan untuk keseluruhan konsep yang diusung oleh penulis, yang merupakan satu set singkatan yang memungkinkan penulis untuk berkomunikasi dengan banyak makna dalam jumlah singkat baik ruang dan waktu.

Yuk, dicatat kata-kata penting berikut untuk mendeskripsikan suara serta memperkuat latar belakang cerita yang kita buat agar pembaca semakin penasaran!

acuh tak acuh licin ringan
bas lincah ringkikan
begitu cepat lunak riuh
bening malas rusak
berangin manis samar
berbicara dengan nada mengeluh masam sarkastik
berdehem melengking sebenarnya
berderit membosankan sedih
berduri memuakkan selembut sutra
bergembira sekali memualkan semilir
bergemertak memuji-muji sengau
berminyak mendayu-dayu sengit
bernada ceria menebal sepi bak kuburan
bernada naik turun menenangkan serak
bernada rendah mengejek seruak
bernada tinggi menggatalkan telinga sesak seperti penderita asma
besar sekali menggeram simpatik
biadab menggoda singkat
bunyi berdesis menjerit kuat sinis
cara bicara yang cukup lamban menjijikan sok
datar mentah sopan
dering menyanyikan lagu sopran
desah menyenandungkan suara bernada tinggi
desis menyindir suara yang dipoles menawan
diam tanpa suara merdu suara yang seolah memantulkan cahaya
dingin meredam suara yang terendah
garing muram sumbang
gelisah murung sungguh-sungguh
gemetaran musikal sunyi
gemuruh naif suram
genit netral tajam
gonggongan nyaring tak bernyawa
goyah nyaris tak terdengar tak menentu
halus otoriter tanpa emosi
hangat padat tegang
kaku pahit tenang
kasar palsu terang
kecil parah terdengar bodoh
kekanak-kanakan parau terdengar cengeng
keperakan patuh terdengar ironis
keraguan pedas terdengar membosankan
keras penuh kasih termenung
kering penuh kebencian terpelajar
keroncongan penyanyi bariton terpotong
kicau puas tersedak
kurang ajar putus asa tersinggung
lemah ragu-ragu tipis
lemah lembut lepas ramah
lembut rapuh tulus
licik rewel tumpul

List tersebut terkadang membantu saya memunculkan ide dalam membuat beberapa kalimat dialog. Semoga list tersebut juga dapat menjadi mood booster kamu dalam melanjutkan cerita atau project menulis yang belum selesai. Jika ada yang mengetahui kosa-kata lainnya, jangan sungkan untuk menambahkan di kolom komentar, ya!

Ups, jangan lewatkan juga ikutan kompetisi-kompetisi menulis bergengsi yang berhadiah jutaan rupiah untuk menguji seberapa jauh kemampuan menulismu!

“Almost all good writing begins with terrible first efforts. you need to start somewhere – Anne Lamott.”

Kosa-Kata Untuk Menggambarkan Mimik Wajah Tokoh Dalam Cerita.

Pentingnya Bermain Kata Agar Pembaca Menjadi Semakin Penasaran.

“Perempuan itu berjalan tersuruk-suruk. Kakinya yang telanjang tampak kering dengan tumit pecah-pecah. Dari lipatan kain kadang menyembul betis kurus keras kering. Kebaya merah yang dipakainya telah coklat kusam, dengan tambalan hijau muda di ketiak. Kondenya nyaris terurai, semrawut kusut, kaku dan kering merah jagung. Wajah lekang hangus oleh matahari. Kering haus kulitnya melipat di sudut-sudut mata dan kerut kening. Berkilat-kilat wajahnya berminyak. Dari bibirnya yang selalu menganga, terlontar nama anaknya.”

(Cuplikan cerpen karangan Yanusa Nugroho)

Selamat malam, writer! Sebagai penulis, kita perlu mendeskripsikan dengan baik ekspresi wajah seorang tokoh dalam cerita yang kita buat. Dengan gambaran yang cukup mendetail, kita dapat membuai para pembaca untuk memasuki dunia kita, dunia imajinasi yang telah kita ciptakan. Dari cuplikan cerpen karangan Yanusa Nugroho yang saya contohkan, dapat kita simpulkan bahwa penulis ingin menggambarkan tentang sosok perempuan tua yang sedang kepayahan. Kita pun dapat membayangkan bagaimana mimik wajah tokoh yang diceritakan tersebut seolah-olah mata kita sendiri yang menyaksikannya. Tantangan terbesar penulis adalah menemukan kata-kata yang pas untuk menggambarkan sosok dalam cerita agar para pembaca semakin mengakrabi tokoh imajinasinya.

Terkadang kita merasa kesulitan memilah dan memilih kata-kata yang pas untuk mendeskripsikan mimik wajah seorang tokoh dalam cerita agar pembaca dapat dengan mudah membayangkan karakter yang kita ciptakan. Kita membutuhkan kata-kata yang dapat menyampaikan emosi sekaligus yang dapat mewakili dialog tanpa harus menulisnya secara langsung. Misalnya saja pada kutipan cerpen di atas, penulis menggunakan kata “tersuruk-suruk”. Padahal bisa saja ia hanya cukup menggunakan kata tertatih-tatih. Walaupun hampir sama, kedua kata tersebut ternyata memiliki penegasan yang sedikit berbeda. Tersuruk-suruk mampu menggambarkan kondisi yang lebih payah dibandingkan dengan tertatih-tatih.

Untuk menggambarkan kondisi atau raut wajah tokoh dalam cerita, penulis juga menggunakan kalimat “wajah lekang hangus oleh matahari.” Kita sanggup membayangkan betapa hitamnya wajah si perempuan dalam cerita tersebut. Sebagai pembaca, kita dibuatnya penasaran dengan kelanjutan cerita di balik sosok perempuan yang berwajah lekang hangus oleh matahari. Kita menjadi ingin tahu mengenai apa yang sebenarnya terjadi dan bagaimana latar belakang kehidupannya.

Ekspresi wajah tidak hanya mampu mempertegas karakter tokoh yang kita ciptakan, tetapi juga dapat mendukung suasana hati yang sedang dialami tokoh tersebut. Nah, untuk mengatasi tantangan terbesar kita saat kesulitan menggambarkan mimik wajah dan menuangkannya ke dalam kata-kata, berikut adalah beberapa kata-kata alternatif yang dapat kita gunakan sebagai alat untuk memancing rasa penasaran para pembaca dengan tokoh yang kita ciptakan:

Menggambarkan Kondisi Mata.

writing tips 1

  1. matanya melebar
  2. matanya berkeliling
  3. kelopak matanya terkulai
  4. matanya menyipit
  5. matanya menyala
  6. matanya melesat
  7. ia memicingkan mata
  8. ia mengerjap
  9. matanya berbinar
  10. matanya berkelebat
  11. matanya berkilat
  12. matanya dibakar dengan …
  13. matanya menyala dengan …
  14. matanya berkedip-kedip dengan …
  15. …… bersinar di matanya
  16. sudut matanya berkerut
  17. dia memutar matanya
  18. ia tampak menatap ke langit-langit
  19. dia melirik ke langit-langit
  20. ia mengedipkan mata
  21. air mata memenuhi matanya
  22. matanya menggenang
  23. matanya berenang dengan air mata
  24. matanya dibanjiri air mata
  25. matanya basah
  26. matanya berkilau
  27. air mata berkilauan di matanya
  28. matanya mengkilap
  29. ia menahan air mata
  30. air mata mengalir di pipinya
  31. matanya ditutup
  32. dia memejamkan mata
  33. ia menutup matanya
  34. bulu matanya mengibar
  35. dahinya mengerut
  36. garis muncul antara alisnya
  37. alisnya bertautan
  38. alisnya tersentak bersama-sama
  39. alisnya naik
  40. ia mengangkat alisnya
  41. dia melotot
  42. dia mengintip
  43. dia melirik
  44. dia meneliti
  45. ia mengamati
  46. ia melirik
  47. pupil matanya yang besar

Menggambarkan Kondisi Hidung.

  1. writing tips 3hidungnya berkerut
  2. dia menyentuh hidungnya tanda ejekan
  3. hidungnya melebar
  4. ia menghirup udara dalam-dalam
  5. dia mendengus
  6. dia terisak

 

 

 

Menggambarkan Kondisi Mulut

  1. dia tersenyumwriting tips 2
  2. dia menyeringai
  3. ia tersenyum simpul
  4. dia berseri-seri
  5. mulutnya melengkung membentuk senyuman
  6. sudut mulutnya muncul
  7. sudut mulutnya mencibir
  8. sudut mulutnya terangkat
  9. mulutnya berkedut
  10. ia memberikan setengah-senyum
  11. dia memberi seringai miring
  12. mulutnya memutar
  13. terpampang senyum di wajahnya
  14. ia memaksakan senyum
  15. dia memalsukan senyum
  16. senyumnya memudar
  17. senyumnya tergelincir
  18. ia mengerutkan bibirnya
  19. dia cemberut
  20. mulutnya setengah menutup
  21. mulutnya membentuk garis keras
  22. dia merapatkan bibirnya
  23. ia menggigit bibirnya
  24. ia menarik bibir bawah antara giginya
  25. ia menggigiti bibir bawahnya
  26. rahangnya terkatup
  27. rahangnya menegang
  28. otot di rahangnya mengejang
  29. mulutnya ternganga
  30. rahangnya turun
  31. ia menggertakkan giginya
  32. bibir bawahnya bergetar

Menggambarkan Kondisi Wajah.

  1. writing tips 4dia memucat
  2. rona merah terkuras dari wajahnya
  3. wajahnya memerah
  4. pipinya berubah merah muda
  5. dia tersipu
  6. ia berubah merah
  7. darah mendesir merangkak naik di wajahnya
  8. wajahnya menegangkan
  9. dia mengernyitkan wajahnya
  10. dia meringis
  11. wajahnya terlihat kotor
  12. ia mengerutkan kening
  13. dia cemberut
  14. dia melotot
  15. Seluruh wajahnya menyala
  16. dia tampak cerah
  17. wajahnya menjadi kosong
  18. wajahnya berkerut
  19. wajahnya memutar
  20. ekspresinya tumpul
  21. ekspresinya mengeras
  22. pembuluh darah tampak tegang di lehernya
  23. tampak kekaguman di wajahnya
  24. rasa takut terlukis di wajahnya
  25. teror menyalip wajahnya

Sebenarnya masih banyak kosa-kata yang dapat kita gunakan untuk menggambarkan mimik wajah dan menegaskan karakter yang kita ciptakan. Beberapa kata tersebut juga saya dapatkan dari membaca buku lalu kemudian saya catat sebagai referensi. Adakah yang ingin menambahkan? Semoga bermanfaat, ya!

“Don’t forget – no one else sees the world the way you do, so no one else can tell the stories that you have to tell – Charles de Lint.”

Tips Mengembangkan Ide Saat Menulis Novel Fiksi.

10 Nasihat Dari J.R.R Tolkien Bagi Pemula yang Ingin Melejitkan Fiksi Fantasi.

lotr 7

Best story teller.

 

Selamat pagi writer! Sepertinya kamu sudah cukup mengenali sosok J.R.R Tolkien, sang imajinator yang menciptakan seluruh tokoh dalam novel The Lord of The Ring. Selain sekuel The Lord of The Ring, Ia juga telah menerbitkan novel fiksi fantasi yang mendunia, The Hobbit. Dua mahakarya tersebut telah membuktikan bahwa daya imajinasi Tolkien tidak hanya memuaskan hasrat menulisnya tetapi juga mampu mengalirkan pundi-pundi kekayaan. Atas keberhasilannya menuangkan imajinasi dan kreativitas yang tinggi dalam menciptakan The Hobbit maupun Lord of the Rings Series, Tolkien dianggap sebagai salah satu penulis dan story teller terbaik sepanjang masa.

Kendala apa yang seringkali kamu hadapi saat akan menulis fiksi fantasi? Daya imajinasi yang tiba-tiba melemah atau kata-kata yang tiba-tiba mengabur dan sirna? Tolkien juga sering mengalami hal demikian saat berusaha menyelesaikan maha karyanya. Dikutip dari “The Letters of J. R. R. Tolkien” yang telah diedit oleh Humphrey Carpenter, Tolkien membagikan rahasianya kepada para penulis yang baru ingin mencoba menuangkan imajinasinya menjadi karya fiksi fantasi. Untuk calon penulis yang juga bermimpi memiliki buku terlaris sepanjang masa,  belajarlah dari 10 Nasihat Tolkien berikut:

  1. Vanity is Useless.

Yap! Modal utama untuk menjadi penulis adalah membuang jauh-jauh kesombongan dalam diri. Kata Tolkien, menjadi sombong itu tidak ada gunanya. Tadinya Tolkien tidak berharap banyak dari naskah LOTR, bahkan ia mengira LOTR hanya menjadi bacaan yang nantinya akan dilempar ke tempat sampah oleh para pembacanya. Ia tidak pernah menyombongkan karya-karyanya atau berusaha menyaingi hasil karya orang lain dengan menciptakan ide serupa. Memaksakan diri untuk mengembangkan ide-ide hanya karena ingin mengikuti tren justru akan mematikan kreatifitas pribadi. Menikmati apa yang kamu tulis adalah cara terbaik untuk mengungkapkan segala hal di pikiranmu. Sebagai penulis, setidaknya kamu menghargai orisinalitas ide cerita yang kamu tulis sendiri.

  1. Keep Writing, Even Through Adversity.

Sesulit apapun kehidupan yang kamu hadapi, teruslah menulis. Tolkien pernah mengalami masa-masa tersulit saat berjuang melawan penyakitnya, menghadapi kepergian putranya, dan harus bekerja ekstra untuk membayar tagihan. Ia berusaha untuk memperbaiki keadaan dengan tidak meninggalkan kegiatan menulisnya. Ia ingin membuktikan kepada dirinya sendiri bahwa tidak perduli betapa sulitnya kehidupan yang dihadapinya, hal itu tidak akan menutup jalannya untuk terus menulis hingga selesai. The Hobit berhasil diselesaikannya dalam kurun waktu 7 tahun.

  1. Listen to Critics.
lotr 6

Desain dan layout buku karya Tolkien yang dibantu editor.

 

“Better Tolkien, Please!” Itulah kritikan yang ia terima dari editornya saat berusaha menyelesaikan LOTR. Penulis hebat seperti Tolkien saja masih sering mendapatkan kritik apalagi sebagai penulis pemula. Walaupun sedikit bertentangan dengan apa yang ingin kita tulis, sebuah kritikan akan membantu kita memperbaiki hasil tulisan dan menciptakan hasil karya yang lebih baik. Tolkien pun mendapat banyak masukan dari editornya mengenai bagaimana seharusnya ia mendesain dan mempertimbangkan layout isi pada bukunya sebelum diterbitkan. Sebagai penulis pemula, desain cover dan layout sama pentingnya dengan ide cerita, yaitu sama-sama harus dapat mengundang rasa penasaran pembaca. Nah, agar bukumu dapat mengundang rasa penasaran pembeli untuk membacanya,  kamu dapat mempercayakan naskahmu pada editor sekaligus penerbit yang profesional dan tentunya tidak menguras kantong. Sebagai referensi, kamu layak mempercayakan desain layout tanpa harus mengeluarkan biaya ratusan ribu rupiah dari www.layoutbuku.com agar buku hasil karyamu dapat melejit sesuai harapan.

  1. Let Your Interests Drive You Writing.

Salah satu hal yang menjadi minat Tolkien dan mendorongnya untuk terus menulis adalah kecintaannya akan bahasa dan budaya daerahnya. Ia menggabungkan imajinasi, bahasa, dan budaya di daerahnya hingga terciptalah sebuah legenda. Jika kamu menulis sesuatu yang tidak kamu minati dan tidak cukup menggugah keinginanmu untuk terus menulis, maka kamu hanya akan menciptakan sebuah cerita yang datar dan tidak bernyawa.

  1. Poetry Can Lead to Great Prose.
lotr 4

Petikan nasihat yang bisa juga dituangkan ke dalam adegan percakapan .

 

Dari sebuah puisi akan terangkum prosa yang mengagumkan. Kita dapat menemukan beberapa bagian cerita yang ditulis Tolkien dalam bentuk puisi. Jika ia sedang kesulitan menuangkan ide menjadi prosa yang panjang, maka ia cukup menuliskan bait-bait yang bermakna. Cobalah bermain kiasan saat kamu merasa kesulitan bercerita secara panjang lebar.

  1. Happy Accidents.

Terkadang sebuah ketidaksengajaan justru akan menghasilkan ide yang lebih cemerlang dan berkembang. Terkadang ide-ide untuk menulis muncul disaat kita sedang tidak berada di meja kerja, bahkan di tempat yang tidak memungkinkan untuk menuangkan ide tersebut. Manfaatkan gadget untuk menyimpan sementara ide yang muncul secara tiba-tiba tersebut lalu gabungkan dengan konsep ceritamu nanti.

  1. Dreams Give Us Inspiration.

Setiap penulis pasti berkeinginan untuk menerbitkan buku fiksi fantasi yang mendunia. Jika sedang mengalami miskin ide, mengapa tidak memanfaatkan mimpimu? Sebagian besar cerita yang dikisahkan dalam buku fiksi fantasi milik Tolkien berasal dari mimpi-mimpi yang muncul saat ia sedang tertidur. Ia menuliskan kembali mimpi-mimpi yang dapat memantik daya imajinasinya dengan gaya penceritaan yang fantastis.

  1. Real People Make Great Characters.
lotr 2

Karakter Gandalf yang terinspirasi dari orang-orang di sekitar Tolkien.

 

Tolkien melakukan observasi terhadap orang-orang di sekitarnya, mengamati hal-hal yang menurutnya tidak biasa. Agar menjadi penulis yang tidak kekurangan ide untuk menulis, jangan segan untuk berinteraksi dengan lingkungan baru dan orang-orang baru.

  1. You May Be The Next Best-Selling Author.

Bisa jadi kamu adalah calon penulis fiksi fantasi hebat berikutnya. Jangan mengubur hasrat dan kemampuan menulismu hanya karena belum banyak dilirik oleh para penerbit. Tolkien tidak pernah menyangka akan menjadi penulis terkenal karena karya-karyanya tersebut. Sebagai penulis, karya-karyanya telah banyak mengalami penolakan hingga ia terus bereksperimen dan memperbaiki tulisannya.Jika kamu termasuk penulis yang telah banyak mengalami penolakan dan masih terus berusaha untuk memperbaikinya, jangan-jangan sebentar lagi kamu akan menjadi penulis hebat selanjutnya.

  1. Books You Write May Seem Trite.

Terkadang kita menjadi kurang percaya diri dengan hasil karya yang kita tulis. Konsep cerita terlihat jadul dan tidak menarik. Tolkien menyadari bahwa setiap orang memiliki presepse dan interpretasi sendiri setelah membaca bukunya. Beberapa orang mungkin menemukan adegan yang benar-benar dramatis sementara orang lain melihatnya sebagai hal yang biasa. Kuncinya, kita hanya perlu menempatkan hati dan pikiran disetiap kata yang kita tulis dan membiarkan calon pembaca memiliki penilaian sendiri mengenai hasil tulisan kita.

Usai mendengarkan kesepuluh nasihat tersebut, adakah alasan lain yang masih membuatmu enggan untuk merampungkan cerita fiksimu? Setelah berhasil menuangkan segala ide cerita, serahkan semua naskahmu kepada editor terpercaya agar siap dibukukan menjadi hasil karya yang siap meluncur dan melejit di pasaran. Good luck!

“All we have to decide is what to do with the time that is given us. – J.R.R.Tolkien.”