Tips Mengembangkan Ide Saat Menulis Novel Fiksi.

10 Nasihat Dari J.R.R Tolkien Bagi Pemula yang Ingin Melejitkan Fiksi Fantasi.

lotr 7

Best story teller.

 

Selamat pagi writer! Sepertinya kamu sudah cukup mengenali sosok J.R.R Tolkien, sang imajinator yang menciptakan seluruh tokoh dalam novel The Lord of The Ring. Selain sekuel The Lord of The Ring, Ia juga telah menerbitkan novel fiksi fantasi yang mendunia, The Hobbit. Dua mahakarya tersebut telah membuktikan bahwa daya imajinasi Tolkien tidak hanya memuaskan hasrat menulisnya tetapi juga mampu mengalirkan pundi-pundi kekayaan. Atas keberhasilannya menuangkan imajinasi dan kreativitas yang tinggi dalam menciptakan The Hobbit maupun Lord of the Rings Series, Tolkien dianggap sebagai salah satu penulis dan story teller terbaik sepanjang masa.

Kendala apa yang seringkali kamu hadapi saat akan menulis fiksi fantasi? Daya imajinasi yang tiba-tiba melemah atau kata-kata yang tiba-tiba mengabur dan sirna? Tolkien juga sering mengalami hal demikian saat berusaha menyelesaikan maha karyanya. Dikutip dari “The Letters of J. R. R. Tolkien” yang telah diedit oleh Humphrey Carpenter, Tolkien membagikan rahasianya kepada para penulis yang baru ingin mencoba menuangkan imajinasinya menjadi karya fiksi fantasi. Untuk calon penulis yang juga bermimpi memiliki buku terlaris sepanjang masa,  belajarlah dari 10 Nasihat Tolkien berikut:

  1. Vanity is Useless.

Yap! Modal utama untuk menjadi penulis adalah membuang jauh-jauh kesombongan dalam diri. Kata Tolkien, menjadi sombong itu tidak ada gunanya. Tadinya Tolkien tidak berharap banyak dari naskah LOTR, bahkan ia mengira LOTR hanya menjadi bacaan yang nantinya akan dilempar ke tempat sampah oleh para pembacanya. Ia tidak pernah menyombongkan karya-karyanya atau berusaha menyaingi hasil karya orang lain dengan menciptakan ide serupa. Memaksakan diri untuk mengembangkan ide-ide hanya karena ingin mengikuti tren justru akan mematikan kreatifitas pribadi. Menikmati apa yang kamu tulis adalah cara terbaik untuk mengungkapkan segala hal di pikiranmu. Sebagai penulis, setidaknya kamu menghargai orisinalitas ide cerita yang kamu tulis sendiri.

  1. Keep Writing, Even Through Adversity.

Sesulit apapun kehidupan yang kamu hadapi, teruslah menulis. Tolkien pernah mengalami masa-masa tersulit saat berjuang melawan penyakitnya, menghadapi kepergian putranya, dan harus bekerja ekstra untuk membayar tagihan. Ia berusaha untuk memperbaiki keadaan dengan tidak meninggalkan kegiatan menulisnya. Ia ingin membuktikan kepada dirinya sendiri bahwa tidak perduli betapa sulitnya kehidupan yang dihadapinya, hal itu tidak akan menutup jalannya untuk terus menulis hingga selesai. The Hobit berhasil diselesaikannya dalam kurun waktu 7 tahun.

  1. Listen to Critics.
lotr 6

Desain dan layout buku karya Tolkien yang dibantu editor.

 

“Better Tolkien, Please!” Itulah kritikan yang ia terima dari editornya saat berusaha menyelesaikan LOTR. Penulis hebat seperti Tolkien saja masih sering mendapatkan kritik apalagi sebagai penulis pemula. Walaupun sedikit bertentangan dengan apa yang ingin kita tulis, sebuah kritikan akan membantu kita memperbaiki hasil tulisan dan menciptakan hasil karya yang lebih baik. Tolkien pun mendapat banyak masukan dari editornya mengenai bagaimana seharusnya ia mendesain dan mempertimbangkan layout isi pada bukunya sebelum diterbitkan. Sebagai penulis pemula, desain cover dan layout sama pentingnya dengan ide cerita, yaitu sama-sama harus dapat mengundang rasa penasaran pembaca. Nah, agar bukumu dapat mengundang rasa penasaran pembeli untuk membacanya,  kamu dapat mempercayakan naskahmu pada editor sekaligus penerbit yang profesional dan tentunya tidak menguras kantong. Sebagai referensi, kamu layak mempercayakan desain layout tanpa harus mengeluarkan biaya ratusan ribu rupiah dari www.layoutbuku.com agar buku hasil karyamu dapat melejit sesuai harapan.

  1. Let Your Interests Drive You Writing.

Salah satu hal yang menjadi minat Tolkien dan mendorongnya untuk terus menulis adalah kecintaannya akan bahasa dan budaya daerahnya. Ia menggabungkan imajinasi, bahasa, dan budaya di daerahnya hingga terciptalah sebuah legenda. Jika kamu menulis sesuatu yang tidak kamu minati dan tidak cukup menggugah keinginanmu untuk terus menulis, maka kamu hanya akan menciptakan sebuah cerita yang datar dan tidak bernyawa.

  1. Poetry Can Lead to Great Prose.
lotr 4

Petikan nasihat yang bisa juga dituangkan ke dalam adegan percakapan .

 

Dari sebuah puisi akan terangkum prosa yang mengagumkan. Kita dapat menemukan beberapa bagian cerita yang ditulis Tolkien dalam bentuk puisi. Jika ia sedang kesulitan menuangkan ide menjadi prosa yang panjang, maka ia cukup menuliskan bait-bait yang bermakna. Cobalah bermain kiasan saat kamu merasa kesulitan bercerita secara panjang lebar.

  1. Happy Accidents.

Terkadang sebuah ketidaksengajaan justru akan menghasilkan ide yang lebih cemerlang dan berkembang. Terkadang ide-ide untuk menulis muncul disaat kita sedang tidak berada di meja kerja, bahkan di tempat yang tidak memungkinkan untuk menuangkan ide tersebut. Manfaatkan gadget untuk menyimpan sementara ide yang muncul secara tiba-tiba tersebut lalu gabungkan dengan konsep ceritamu nanti.

  1. Dreams Give Us Inspiration.

Setiap penulis pasti berkeinginan untuk menerbitkan buku fiksi fantasi yang mendunia. Jika sedang mengalami miskin ide, mengapa tidak memanfaatkan mimpimu? Sebagian besar cerita yang dikisahkan dalam buku fiksi fantasi milik Tolkien berasal dari mimpi-mimpi yang muncul saat ia sedang tertidur. Ia menuliskan kembali mimpi-mimpi yang dapat memantik daya imajinasinya dengan gaya penceritaan yang fantastis.

  1. Real People Make Great Characters.
lotr 2

Karakter Gandalf yang terinspirasi dari orang-orang di sekitar Tolkien.

 

Tolkien melakukan observasi terhadap orang-orang di sekitarnya, mengamati hal-hal yang menurutnya tidak biasa. Agar menjadi penulis yang tidak kekurangan ide untuk menulis, jangan segan untuk berinteraksi dengan lingkungan baru dan orang-orang baru.

  1. You May Be The Next Best-Selling Author.

Bisa jadi kamu adalah calon penulis fiksi fantasi hebat berikutnya. Jangan mengubur hasrat dan kemampuan menulismu hanya karena belum banyak dilirik oleh para penerbit. Tolkien tidak pernah menyangka akan menjadi penulis terkenal karena karya-karyanya tersebut. Sebagai penulis, karya-karyanya telah banyak mengalami penolakan hingga ia terus bereksperimen dan memperbaiki tulisannya.Jika kamu termasuk penulis yang telah banyak mengalami penolakan dan masih terus berusaha untuk memperbaikinya, jangan-jangan sebentar lagi kamu akan menjadi penulis hebat selanjutnya.

  1. Books You Write May Seem Trite.

Terkadang kita menjadi kurang percaya diri dengan hasil karya yang kita tulis. Konsep cerita terlihat jadul dan tidak menarik. Tolkien menyadari bahwa setiap orang memiliki presepse dan interpretasi sendiri setelah membaca bukunya. Beberapa orang mungkin menemukan adegan yang benar-benar dramatis sementara orang lain melihatnya sebagai hal yang biasa. Kuncinya, kita hanya perlu menempatkan hati dan pikiran disetiap kata yang kita tulis dan membiarkan calon pembaca memiliki penilaian sendiri mengenai hasil tulisan kita.

Usai mendengarkan kesepuluh nasihat tersebut, adakah alasan lain yang masih membuatmu enggan untuk merampungkan cerita fiksimu? Setelah berhasil menuangkan segala ide cerita, serahkan semua naskahmu kepada editor terpercaya agar siap dibukukan menjadi hasil karya yang siap meluncur dan melejit di pasaran. Good luck!

“All we have to decide is what to do with the time that is given us. – J.R.R.Tolkien.”

Iklan

One thought on “Tips Mengembangkan Ide Saat Menulis Novel Fiksi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s